• (0435) 830678

Berita

Dikson Didaulat Pemateri Bimtek bagi ASN Kabgor

  • By Ismail Musa
  • 2018-10-10 04:52:18

KAMPUS (HUMAS-UG) - Wakil Rektor 2 Universitas Gorontalo (UG) Dr. Dikson Junus, MPA didaulat sebagai salah satu pemateri pada kegiatan Bimbingan Teknis (bimtek) yang diselenggarakan Setda Kabupaten Gorontalo di Hotel Rachmat In Kota Gorotalo, kemarin. Kegiatan yang mengusung tema "Survei Kepuasan Masyarakat Terhadap Unit Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo" ini dilaksanakan selama dua hari 9 - 10 Oktober 2018, dengan melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Gorontalo sebagai peserta. Adapun tujuan bimtek ASN ini adalah memberikan pemahaman tentang ruang lingkup UU ASN dan prinsip-prinsip dasar ASN khususnya PNS, serta memberikan pemahaman dalam implementasi sasaran kerja pegawai (SKP).

Pada kesempatan itu Dikson dipercaya memberikan materi tentang Standar Pelayanan Publik dan IKM terkait dengan survei kepuasan masyarakat yang dilaksanakan oleh unit pelayanan publik di Kabupaten Gorontalo. Dikson mengaku, bahwa Bimtek Aparatur Sipil Negara (ASN) ini merupakan monitoring dan evaluasi atas implementasi UU RI No. 5 Tahun 2014 tentang ASN. Dimana ASN adalah dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa dan mewujudkan tujuan negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945.

"Perlu dibangun Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek KKN, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat, sesuai dengan UU No. 5 Tahun 2014, tentang ASN serta Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2011 tentang penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS)/Kepegawaian," tuturnya.

Dikson menambahkan, terkait Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), ini merupakan data dan informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik dengan membandingkan antara harapan dan kebutuhan," ujar Dikson.