• (0435) 830678

Berita

Moh. Arifin: Kami Siap Mundur, Jika Gagal Pimpin BEM UG

  • By Ismail Musa
  • 2019-03-12 06:31:24

Tahapan pelaksanaan pelaksanaan Pemilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gorontalo (Pilpres BEM UG) yang telah dikeluarkan oleh Komisi Pemilu Raya (KPR) Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Gorontalo (KBM UG) sudah menjadi suatu keharusan untuk dijalani oleh seluruh peserta pada ajang pesta demokrasi di kampus. KPR dalam prinsipnya merupakan perpanjang tangan dari hasil Kongres KBM UG yang di tugaskan untuk melaksanakan tahapan pemilihan, baik dari penetapan daftar pemilih tetap (DPT) pendaftaran pasangan calon (paslon), verifikasi berkas paslon, melaksanakan debat kandidat atau pemaparan visi dan misi paslon, hingga kegiatan pemungutan suara di TPS nanti.

Sehingga, semua paslon dianggap perlu untuk memperhatikan segala ketentuan – ketentuan yang dibuat oleh KPR demi jalannya proses demokrasi di kampus dengan baik dan lancar. Kaitan dengan ini, Calon Presiden BEM UG Moh. Arifin mengatakan, kegiatan pemaparan visi dan misi calon presiden dan wakil presiden BEM UG yang dilaksanakan oleh KPR merupakan hal yang positif dan sangat baik, karena mengingat hanya 1 paslon yang dinyatakan lolos, maka dianggap tidak perlu melakukan debat kandidit, akan tetapi proses yang dilaksanakan yaitu pemaparan visi dan misi paslon, dimana melalui kegiatan pemaparan ini, civitas akademika UG akan mengetahui apa-apa saja program kegiatan yang direncanakan paslon kedepan.

“Melalui pemaparan visi dan misi paslon, maka dapat diketahui program apa yang akan dilakukan paslon untuk mengantisipasi dan menjawab segala kebutuhan mahasiswa dan kemajuan kampus kedepannya,” imbuh Arifin

Lebih lanjut Arifin mengatakan, dalam pemaparan visi dan misi paslon, ini merupakan bukti keseriusan mahasiswa sebagai kader yang mendapatkan kepercayaan untuk menampung aspirasi KBM UG, sekaligus menjadikan organisasi BEM UG sebagai wadah pembelajaran terkait sistem demokrasi di kampus.

“Meskipun dalam pemilihan ini hanya terdapat 1 paket paslon, namun tidak mengurangi nilai demokrasi di internal KBM UG, karena dalam pemilihan nanti akan dilakukan pemungutan suara, dimana KPR akan memberikan opsi pilihan antara setuju atau tidak setuju terhadap paslon yang ada, dan selama tidak melanggar konstitusi berdasarkan AD/ART BEM UG, maka tidak berpengaruh pada proses demokrasi KBM UG,” ujarnya.

Dengan harapan, kedepannya jika dirinya bersama pasangannya Moh. Amon terpilih menjadi presiden dan wakil presiden BEM UG berikutnya, dan sekaligus mendapatkan kepercayaan yang penuh dari KBM UG, maka dirinya bertekat akan siap memimpin dan langsung menjalankan program-program yang sudah direncanakan, yang dimana telah dipaparkan dihadapan civitas akademika UG.

Diakhir acara dilakukan penyampaian closing statement oleh paslon, dimana seperti diketahui, dalam penyampaian closing statement Moh. Arifin dan Moh. Amon telah menyampaikan tekat mereka untuk membawa organisasi BEM UG yang lebih baik lagi kedepan, memperkuat jaringan dan hubungan kerjasama dengan lintas organisasi kemahasiswaan, dan selanjutnya siap mundur dari jabatan presiden dan wakil presiden BEM UG apabila tidak mampu memperjuangkan aspirasi mahasiswa dan tidak mampu menjalankan visi dan misi serta program kerja yang telah dipaparkan. (hmsug)