• (0435) 830678

Berita

Gandeng UG, Polda Gorontalo Menggelar Sosialisasi Hukum dan Temu Netizen

  • By Ismail Musa
  • 2019-03-12 06:34:02

Selasa, (12/3/2019), Maraknya berita bohong atau hoax di media sosial telah menimbulkan dampak yang sangat buruk bagi masyarakat diberbagai kalangan, baik kalangan dewasa maupun kalangan remaja atau pemuda yang biasa dikenal dengan generasi millenial. Dimana, dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat itu sendiri diberbagai kalangan, tak tanggung-tanggung banyak kejadian yang menyebabkan kerugian jiwa maupun materil yang ditimbulkan akibat dampak berita hoax. Kaitan dengan ini, Polda Gorontalo melalui Kepala Urusan PENMAS Bidang Humas AKP Karsum Ahmad, SH menggelar kegiatan Sosialisasi Hukum dan Temu Netizen dengan tema "Bersama Generasi Millenial Kita Lawan Hoax", bertempat di Gedung Auditorium UG.

Kegiatan ini, turut dihadiri Wakil Rektor II UG Dr. Dikson Junus, MPA, Kepala Biro Kemahasiswaan Alumni dan Kerjasama UG Yoslan K. Koni, SH.,MH, serta diikuti ratusan mahasiswa di lingkungan Universitas Gorontalo (UG).

Dalam sambutannya, Wakil Rektor II UG Dr. Dikson Junus, MPA menyampaikan, kegiatan ini sangat bagus dan bermanfaat bagi pendalaman informasi kepada mahasiswa sekaligus sebagai wadah pembelajaran bagi mahasiswa khususnya di UG, karena banyak hal yang perlu diketahui oleh mahasiswa terkait dengan informasi, sehingga mahasiswa dapat membedakan informasi mana yang bersifat hoax dan informasi mana yang bukan hoax. imbuh Dikson.

Dikson menegaskan, bahwa pentingnya menangkal bahaya hoax, khususnya dikalangan mahasiswa sebagai generasi millenial dimana separuh aktivitasnya selalu berkecimpun dan tidak mau jauh dari media sosial. Oleh karena itu, ketika kita mendapatkan sebuah informasi yang tidak diketahui sumber kebenarannya, maka sebaiknya tidak langsung disebar luaskan, karena dari sinilah akan muncul masalah baru yang dampaknya akan kita rasakan sendiri. tegas Dikson

Sementara itu, Kepala Urusan PENMAS Bidang Humas Polda Gorontalo AKP Karsum Ahmad, SH dalam materi sosialisasi hukum lebih membahas terkait Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE yang mengarah ke Anti Hoax.

Dalam arahannya, Karsum Ahmad menyampaikan, kepada para peserta sosialisasi agar mencerna serta menyeleksi informasi yang diterima, di cek dulu kebenarannya dan jangan asal disebarluaskan, sebab jikalau berita itu tidak benar dan terlanjur disebarluaskan, maka akan menimbulkan fitnah. Yang parahnya lagi, jika ini sudah masuk dalam delik aduan, maka yang bersangkutan atau si penyebar hoax secara otomatis akan berurusan dengan hukum. ujar Karsum

Lebih lanjut Karsum mengatakan, penyebaran hoax ini telah menjadi treanding dalam lima tahun belakangan ini di media sosial Indonesia, dan ini tidak terlepas dari situasi memanasnya konstalasi politik di tanah air. Dimana, tak tangngung-tanggung banyak publik figur di negeri ini terjerat hukum, yang muaranya tidak lain terkait hoax, oleh karena itu, melalui sosialisasi ini kami dari pihak kepolisian berharap kepada seluruh peserta dan seluruh masyarakat dapat mengetahui dan memahami dampak-dampak yang ditimbulkan akibat penyebarluasan berita hoax di media sosial. tandasnya. Untuk diketahui, kegiatan sosialisasi hukum dan temu netizen ini, dibuka oleh Wakil Rektor II UG Dr. Dikson Junus, MPA.