• (0435) 830678

Berita

Dukung Pengembangan Sektor Pendidikan Tinggi, Prodi Siap Hadapi IAPS 4.0

  • By Ismail Musa
  • 2019-04-03 23:59:05

Sabtu, (30/3/2019), Tak bisa dipungkiri bahwa instrumen akreditasi selalu mengalami perubahan dalam siklus pengembangannya, dimana instrumen akreditasi versi awal diluncurkan tahun 1996, versi kedua tahun 2000 dan versi ketiga tahun 2008 dengan berbagai instrumen yang dikembangkan.  Saat ini pengembangan instrumen akreditasi program studi sudah masuk pada versi keempat, yang mana akan menggunakan instrumen terbaru yaitu IAPS 4.0, dimana istrumen akreditasi ini dikembangkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk mendukung pengembangan sektor pendidikan tinggi di Indonesia yang mengikuti perkembangan global.

Hal ini dikatakan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Gorontalo (LPM UG) Ayub Usman Rasid, SE.,MM sesaat mengikuti kegiatan Pelatihan Penyiapan Dokumen Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 4.0 yang diselenggarakan oleh BAN-PT, tepatnya di Hotel Arthama Makassar.

"Jadi, pertanggal 1 April 2019, instrumen akreditasi program studi akan menggunakan instrumen terbaru yaitu IAPS 4.0, yang mana ini berbeda dengan instrumen sebelumnya, dimana perbedaan pertama di IAPS 4.0 bahwa usulan akreditasi prodi itu tidak lagi diusulkan oleh prodi itu sendiri, akan tetapi diusulkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) yang ada di fakultas.

Perbedaan kedua dari segi dokumen, jika di instrumen lama harus menyampaikan 3 dokumen (borang prodi, borang fakultas dan evaluasi diri), maka untuk instrumen yang baru ini hanya menyiapkan 2 dokumen saja, yaitu laporan kinerja program studi (LKPS) dan laporan evaluasi diri (LED) dengan porsi penilaian 50:50.

Sedangkan perbedaan yang ketiga yaitu dari segi kualitas instrumen, dimana instrumen terbaru ini menitikberatkan pada pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, sehingga image borang akreditasi yang selama ini hanya sebagai dokumen kebutuhan akreditasi yang dalam penyusunannya masih banyak yang bersifat bohong dan karangan, akan berubah menjadi alat untuk benar-benar menciptakan serta mengukur mutu pelaksanaan tridharma perguruan tinggi". imbuh Ayub

Lebih lanjut Ayub mengatakan, dalam penyusunan IAPS 4.0 ini, bisa dikatakan mudah tapi sulit, dimana mudah dalam menyusun tapi sulit dalam mencapai standar mutu yang ditetapkan. ujar Ayub.

Dengan harapan, semoga Universitas Gorontalo (UG) melalui LPM akan dapat mempersiapkan diri untuk menyambut IAPS 4.0 ini dengan baik, sesuai dengan apa yang diharapkan UG, menjadi Universitas Unggul 2030, harap Ayub.

Sementara itu, Ketua Program Studi (Kaprodi) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi UG Barmin Yusup, SE.,M.Si yang juga selaku peserta dalam kegiatan tersebut menambahkan, kedepan semua prodi harus siap dengan IAPS 4.0.

"Semua prodi harus dapat melahirkan lulusan yang berkompeten dibidangnya dan siap pakai diberbagai aspek keilmuan yang dimiliki, serta dengan intrumen yang baru ini, semoga kedepan prodi bisa melakukan pengisian borang akreditasi sesuai realita dengan mengacu pada panduan-panduan yang sudah disiapkan oleh BAN-PT". tukasnya.