• (0435) 830678

Berita

Universitas Gorontalo dan KPK RI Perkuat Kerjasama

  • By Ismail Musa
  • 2019-05-09 21:09:05

Kerjasama yang terjalin antara Universitas Gorontalo (UG) dan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) terus diperkuat dan ditingkatkan. Seperti diketahui sejak 2012 silam, UG telah dipercaya KPK RI untuk menjadi tim perekaman (moot court) tindak pidana korupsi (Tipikor) di Provinsi Gorontalo, dan sejak itulah kerjasama yang terjalin UG dengan lembaga anti rasuah itu terus berkembang.

Bahkan, sejak saat itu hingga saat ini UG telah menerapkan mata kuliah psikologi anti korupsi kedalam kurikulum pendidikan di UG, termasuk beberapa kali mendatangkan komisioner KPK maupun jajarannya sebagai tamu atau sebagai narasumber dalam setiap kegiatan anti korupsi, baik itu kuliah umum maupun seminar nasional, termasuk peringatan hari anti korupsi sedunia setiap tanggal 9 Desember.

Olehnya, kepercayaan KPK RI terhadap UG terus meningkat seiring kinerja perekaman tipikor yang ditunjukkan UG melalui Fakultas Hukum yang juga memuaskan. Sehingga pada hari Rabu (8/5), bagian dari memperkuat kerjasama antara kedua lembaga ini, maka dilaksanakan acara penyerahan hibah alat perekaman oleh pihak KPK RI kepada pihak UG yang dilangsungkan di ruang kerja Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Duluwo Limo lo Pohala’a (YPDLP) Gorontalo.

Desi Aryati dari Direktorat Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK mengaku, penyerahan alat perekaman tipikor ini merupakan bentuk kepercayaan atas kerjasama yang telah terjalin selama ini antara KPK dan perguruan tinggi dalam hal ini UG. Desi mengungkapkan, kegiatan perekaman ini, selain sebagai wujud komitmen dan integritas kampus dalam mendukung anti korupsi di Indonesia, khususnya Provinsi Gorontalo.

“Kegiatan perekaman ini adalah untuk pembelajaran, supaya kampus itu sebagai pergerakan anti korupsi serta berintegritas, makanya kami kerjasama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia untuk melakukan perekaman persidangan. Kami juga sebenarnya telah lakukan kerjasama dengan MA, sesuai dengan sema 4 tahun 2012 salah satunya perekaman persidangan itu dapat dijadikan atau dipergunakan untuk kegiatan berperkara,” ungkap Desi.

Lebih lanjut Desi mengatakan, dipilihnya kampus dalam kegiatan ini, karena pihak KPK ingin melibatkan mahasiswa dalam perekaman, sehingga diharapkan mahasiswa juga dapat mengikuti proses persidangan dan rekaman yang ada juga dapat digunakan oleh hakim, jaksa dan kampus sendiri sebagai pembelajaran.

“Itu juga untuk mempermudah mereka dalam menyusun dakwaan, dan sebenarnya ini mempermudah pengadilan, mereka lebih mudah menyusun dakwaan, yang intinya mempermudah dalam proses beracara di pengadilan,” imbuh Desi. Sementara itu, Rektor UG Dr. Ibrahim Ahmad, SH.,MH yang hadir langsung dan ikut menandatangani berita acara penyerahan dari pihak KPK RI mengaku, berterima kasih atas kepercayaan yang terus diberikan pihak KPK kepada UG dalam hal kegiatan perekaman persidangan tipikor di Gorontalo.

“Tentu kami sangat berterima kasih atas penyerahan alat perekaman ini, yang nantinya ini akan semakin memperkuat kerjasama yang telah terbina selama ini,” ujarnya. (hmsug)